EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MOL TOMAT (Solanumlycopercium) DENGAN MOL KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca) SEBAGAI BIOAKTIVATOR TERHADAP KECEPATAN PEMATANGAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT

  • Grace Priskila Octaviana Poltekkes Kemenkes Pontianak
  • Susilawati Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Pontianak
  • Salbiah K Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Pontianak
Keywords: Kecepatan Kematangan Kompos, Tandan Kosong kelapa Sawit, MOL Tomat, MOL Kulit Pisang Kepok

Abstract

Industri kelapa sawit dapat menimbulkan pencemaran yang berasal dari limbah tandan kosong kelapa sawit. Mengolah kembali limbah padat menjadi kompos merupakan salah satu cara mengatasi penumpukan limbah padat tandan kosong kelapa sawit yang bernilai guna tinggi. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan mutu kompos yaitu dengan menggunakan bioaktivator mikroorganisme lokal (MOL). MOL limbah tomat dapat digunakan sebagai bioaktivator, Selain tomat kulit pisang pun dapat digunakan sebagai mikroorganisme lokal (MOL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas dari penggunaan MOL Tomat dengan Mol kulit Pisang Kepok terhadap pematangan kompos tandan kosong kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi experiment). Hasil analisis menunjukan ada perbedaan yang signifikan antara tiap dosis MOL Tomat terhadap waktu pematangan kompos tandan kosong kelapa sawit (p=0.000) dan ada perbedaan yang signifikan antara tiap dosis MOL kulit Pisang Kepok terhadap waktu pematangan kompos tandan kosong kelapa sawit (p=0.000). Kesimpulan dalam penelitian ini dosis yang efektif dari MOL Tomat dengan MOL Kulit Pisang Kepok dalam mempercepat proses kematangan kompos adalah 50 ml dengan rata-rata kecepatan kompos selama 25 hari.

Published
2022-09-30