GAMBARAN INDIKATOR ENTOMOLOGI JENTIK NYAMUK DAN PENILAIAN KONDISI LINGKUNGAN DI PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK TAHUN 2025
Abstract
Pelabuhan Dwikora Pontianak merupakan pelabuhan utama di Kalimantan Barat yang berfungsi sebagai pusat transportasi penumpang dan peti kemas di Sungai Kapuas. Pelabuhan ini termasuk yang tersibuk dalam bongkar muat barang dan berpotensi menjadi hotspot penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Surveilans oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Pontianak menunjukkan peningkatan indikator entomologi nyamuk di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan indikator entomologi jentik nyamuk dan kondisi lingkungan di Pelabuhan Dwikora pada tahun 2025 menggunakan metode deskriptif survei dengan 23 sampel bangunan. Hasil penelitian menunjukkan Angka Bebas Jentik (ABJ) 78,26%, House Index (HI) 21,73%, Container Index (CI) 12,76%, dan Breteau Index (BI) 1,38. Skor kondisi lingkungan 33 dari 40 menunjukkan risiko rendah dengan kebersihan dan pengelolaan yang baik. Perbedaan antara nilai indikator entomologi dan kondisi lingkungan menunjukkan bahwa meskipun kebersihan lingkungan eksternal terjaga dengan baik, rendahnya pengelolaan dan pengawasan kontainer di dalam bangunan menyebabkan tempat tersebut menjadi sumber potensi perkembangan jentik nyamuk yang sulit terdeteksi melalui penilaian kondisi lingkungan luar. Oleh karena itu, pengendalian vektor perlu difokuskan tidak hanya pada kebersihan lingkungan luar, tetapi juga pada pengelolaan tempat penampungan air di dalam bangunan.
Copyright (c) 2026 Saturnina, Hajimi, Fara Chitra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.









