HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP PETUGAS DAN KETERSEDIAN PRASARANA DAN SARANA DENGAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RSUD ADE MUHAMMAD DJOEN SINTANG
Abstract
Limbah B3 rumah sakit berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik, sementara di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang masih terkendala sarana, pengetahuan, dan sikap petugas, sehingga perlu dievaluasi agar pengelolaan limbah sesuai standar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional . Populasi penelitian adalah seluruh petugas cleaning service pengelola limbah medis padat di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang yang berjumlah 52 orang, yang sekaligus menjadi sampel menggunakan teknik total sampling . Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan ceklis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil uji statistik menunjukkan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan petugas dengan pengelolaan limbah B3 (p-value = 0,014; PR = 1,962). Petugas dengan pengetahuan kurang, 1.962 kali lebih mungkin memiliki pengelolaan limbah B3 yang tidak baik. Ada hubungan yang signifikan antara sikap petugas dengan pengelolaan limbah B3 (p-value = 0,030; PR = 1,890). Petugas dengan sikap tidak setuju, 1.890 kali lebih rentan menerapkan pengelolaan limbah B3 yang tidak standar. Ada hubungan yang signifikan antara ketersediaan prasarana dan sarana dengan pengelolaan limbah B3 (p-value = 0,001; PR = 2,211).
Copyright (c) 2026 Martini, Suharno, Asmadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.









