EFEKTIVITAS KONSENTRASI BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER)

  • Suriya Asfita Poltekkes Kemenkes Pontianak
  • Suharno Suharno Poltekkes Kemenkes Pontianak
  • Fathmawati Fathmawati Poltekkes Kemenkes Pontianak
Keywords: Ikan Kembung, Buah Belimbing Wuluh, Pengawetan

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger sp.) merupakan ikan yang mengandung protein tinggi yang membuat daya tahan ikan kembung tidak bertahan lama. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki rasa asam yang dapat dijadikan pengawet alami untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan belimbing wuluh terhadap daya awet ikan kembung. Penelitian ini bersifat eksperimen semu, ikan diberi perasan belimbing wuluh dan aquades dengan persentase 28,57%, 31,03%, 33,33%, 35,48%, dan 37,50%, sampel ikan kembung yang digunakan sebanyak 30 ikan dari lima perlakuan. Analisis data menggunakan Uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya awet ikan kembung pada konsentrasi 28,57% berlangsung selama 15,4 jam, konsentrasi 31,03% berlangsung 21,8 jam, konsentrasi 33,33% berlangsung 26,8 jam, konsentrasi 35,48% bertahan 31,6 jam, dan konsentrasi 37,50% bertahan 35 jam. Daya awet ikan kembung sebelum diberi perasan buah belimbing wuluh hanya bertahan selama 8,6 jam, sedangkan ikan kembung yang sudah diberi perlakuan perasan buah belimbing wuluh, yang paling efektif dan lama bertahan yaitu pada persentase 37,50% yang bertahan selama 35 jam.

Author Biographies

Suriya Asfita, Poltekkes Kemenkes Pontianak

Jurusan Kesehatan Lingkungan

Suharno Suharno, Poltekkes Kemenkes Pontianak

Jurusan Kesehatan Lingkungan

Fathmawati Fathmawati, Poltekkes Kemenkes Pontianak

Jurusan Kesehatan Lingkungan

Published
2025-03-30