https://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEHAST/issue/feedJournal of Environmental Health and Sanitation Technology2026-03-26T06:38:21+00:00Khansa Atallah Puruhitajurnalkeslingptk@gmail.comOpen Journal Systems<p align="justify"><strong>Journal of Environmental Health and Technology Sanitation</strong> is a research journal containing research results in the field of <strong>Water Sanitation, Land Sanitation, Waste Management, Vectors and Pests Control, Food and Beverage Sanitation, Occupational Health and Safety, and Environmental Health Epidemiology</strong> and other related disciplines published by the Department of Enviromental Health Poltekkes Kemenkes Pontianak.</p>https://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEHAST/article/view/472HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP PETUGAS DAN KETERSEDIAN PRASARANA DAN SARANA DENGAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DI RSUD ADE MUHAMMAD DJOEN SINTANG2026-03-26T06:38:11+00:00Martinifilzanamira2@gmail.comSuharnosuharnopontianak@gmail.comAsmadiasmadi.griyahusada@gmail.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Limbah B3 rumah sakit berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik, sementara di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang masih terkendala sarana, pengetahuan, dan sikap petugas, sehingga perlu dievaluasi agar pengelolaan limbah sesuai standar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cross-sectional</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Populasi penelitian adalah seluruh petugas </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cleaning service</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> pengelola limbah medis padat di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang yang berjumlah 52 orang, yang sekaligus menjadi sampel menggunakan teknik </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">total sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi menggunakan ceklis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Chi-square</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil uji statistik menunjukkan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan petugas dengan pengelolaan limbah B3 (p-value = 0,014; PR = 1,962). Petugas dengan pengetahuan kurang, 1.962 kali lebih mungkin memiliki pengelolaan limbah B3 yang tidak baik. Ada hubungan yang signifikan antara sikap petugas dengan pengelolaan limbah B3 (p-value = 0,030; PR = 1,890). Petugas dengan sikap tidak setuju, 1.890 kali lebih rentan menerapkan pengelolaan limbah B3 yang tidak standar. Ada hubungan yang signifikan antara ketersediaan prasarana dan sarana dengan pengelolaan limbah B3 (p-value = 0,001; PR = 2,211).</span></span></p>2026-03-17T07:27:46+00:00Copyright (c) 2026 Martini, Suharno, Asmadihttps://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEHAST/article/view/475GAMBARAN KONDISI SANITASI DEPOT AIR MINUM BIRU DI KOTA PONTIANAK2026-03-26T06:38:12+00:00Weni Wahyuni Aprilyaweniaprilya4@gmail.comAsmadiasmadi.griyahusada@gmail.comAbdul Syukurskoer.abdul@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Peningkatan jumlah Depot Air Minum di Kota Pontianak dan temuan surveilans Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 yang menunjukkan kontaminasi Escherichia coli pada air minum isi ulang. Data dari sumber terdahulu juga menunjukkan masalah sanitasi dan higiene di Depot Air Minum Biru, seperti praktik mencuci tangan yang kurang higienis dan lingkungan yang belum cukup ideal menunjukkan bahwa DAM Biru memerlukan perhatian dalam usaha mencegah kontaminasi yang disebabkan oleh kondisi dan fasilitas sanitasi yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sanitasi Depot Air Minum Biru di Kota Pontianak meliputi lokasi, desain bangunan luar dan dalam, fasilitas, penjamah, peralatan, dan sumber air baku. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan observasi menggunakan ceklist Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor. 17 Tahun 2024. Dengan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Sampel penelitian adalah tujuh DAM Biru di Kota Pontianak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketujuh DAM Biru secara umum telah memenuhi syarat sanitasi (≥80%) berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor. 17 Tahun 2024. Namun, terdapat beberapa kekurangan, seperti kurangnya fasilitas cuci tangan di area luar di ketujuh depot Biru, beberapa kekurangan di fasilitas kamar mandi di dua dari tujuh depot biru, ketujuh penjamah di depot biru belum melakukan praktik cuci tangan yang baik dan tidak dilakukan secara berkala, dan belum adanya bukti pemeriksaan kesehatan berkala bagi seluruh penjamah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan Depot Air Minum Biru di Kota Pontianak memiliki Kondisi lokasi yang 100% memenuhi syarat. Namun untuk desain bangunan luar 100% masih belum memenuhi syarat. Bangunan dan fasilitasnya 100% memenuhi syarat konstruksi dan standar sanitasi. Kondisi penjamah telah memenuhi standar higiene 100%. Semua peralatan DAM 100% memenuhi standar, Sumber air baku DAM Biru juga telah 100% memenuhi syarat menurut Permenkes Nomor 17 Tahun 2024.</span></p>2026-03-17T08:31:36+00:00Copyright (c) 2026 Weni Wahyuni Aprilya, Asmadi, Abdul Syukurhttps://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEHAST/article/view/473EVALUASI SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI PUSKESMAS KOTA SINGKAWANG TERHADAP RISIKO PENCEMARAN LINGKUNGAN2026-03-26T06:38:13+00:00Bramantio Valentinobramantiovalentino@gmail.comSuharnosuharnopontianak@gmail.comTaufik Anwartaufikanwar999@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Kalimantan Barat memiliki Puskesmas sebanyak 249 buah dengan 10 buah Puskesmas berada di Kota Singkawang tersebar di masing-masing kecamatan sebanyak 2 buah Puskesmas. Hasil dari pengamatan pendahuluan menunjukkan kurangnya pemahaman klasifikasi limbah diikuti dengan pemahaman petugas yang kurang. Selain itu, penggunaan wadah tidak sesuai dengan volume yang dihasilkan dan wadah tidak tertutup rapat serta pengumpulan limbah ke tempat penyimpanan sementara (TPS) tidak dilakukan secara rutin, TPS masih belum memenuhi standar dan belum memiliki izin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi pengelolaan limbah medis Puskesmas di Kota Singkawang terhadap Risiko Pencemaran Lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik. Penelitian dilakukan di Kota Singkawang pada Maret – Juli 2025. Variabel yang memenuhi syarat ialah pemilahan, pewadahan, dan pengangkutan pihak ke 3. Sedangkan variabel yang tidak memenuhi syarat ialah pengangkutan setempat dan penyimpanan sementara. Dari penelitian ini didapatkan bahwa pemilahan, pewadahan, dan pengangkutan pihak ke 3 memenuhi syarat dalam pelaksanaan pengelolaan limbah, sedangkan pengangkutan setempat dan penyimpanan sementara tidak memenuhi syarat dalam pelaksanaan limbah.</span></p>2026-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Bramantio Valentino, Suharno, Taufik Anwarhttps://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEHAST/article/view/474GAMBARAN HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DI RUMAH SAKIT UMUM YARSI PONTIANAK2026-03-26T06:38:13+00:00Tria Ananda Putritriaskw01@gmail.comSalbiah Kastarisalbiahdosenpoltekes@gmail.comYuliayulia.amok@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Pengelolaan makanan di rumah sakit berperan penting dalam mendukung kesembuhan pasien. Pelayanan yang tidak memenuhi standar hygiene dan sanitasi dapat menimbulkan food borne disease. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hygiene sanitasi pengelolaan makanan di RSU Yarsi Pontianak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional melalui observasi dan wawancara berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Aspek yang diteliti meliputi pemilihan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, penyajian serta personal hygiene penjamah. Hasil menunjukkan sebagian besar aspek telah memenuhi syarat: pemilihan bahan makanan (100%), penyimpanan (85%), pengolahan (94%), penyimpanan makanan matang (100%), pengangkutan (100%), penyajian(100%), dan personal hygiene (98%). Kesimpulannya, pengelolaan makanan di RSU Yarsi Pontianak secara umum sudah memenuhi standar hygiene dan sanitasi. Diharapkan rumah sakit mempertahankan praktik yang baik dan meningkatkan pengendalian vektor, penyimpanan bahan kering, ventilasi ruang pengolahan, sertifikasi halal, serta kebersihan penjamah makanan.</span></p>2026-03-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tria Ananda Putri, Salbiah, Yuliahttps://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEHAST/article/view/476EFEKTIFITAS ATRAKTAN TELUR AYAM YANG MENGALAMI PEMBUSUKAN ALAMI, METIL EUGENOL DAN KOMBINASI KEDUANYA DALAM FLY TRAP DI TPS PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK2026-03-26T06:38:13+00:00Afifathur Rachmathiyathiya070700@gmail.comSusilawatisusilawatisuaidi@gmail.comYuliayulia.amok@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Pasar tradisional merupakan lingkungan dengan akumulasi sampah organik yang tinggi, sehingga menjadi tempat perkembangbiakan lalat yang berperan dalam penularan penyakit seperti kolera, tifoid, disentri, kecacingan, dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas telur ayam yang mengalami pembusukan alami, metil eugenol dan kombinasi keduanya sebagai atraktan dalam perangkap lalat (</span><em><span style="font-weight: 400;">fly trap</span></em><span style="font-weight: 400;">) di TPS Pasar Flamboyan, Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi-eksperimental dengan tiga perlakuan dan satu kontrol, masing-masing sembilan pengulangan. Atraktan dimasukkan ke dalam perangkap botol berwarna kuning, kemudian dilakukan pengamatan dari pukul 06.00-18.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata lalat tertangkap pada atraktan telur ayam 50 ml sebanyak 10 ekor, metil eugenol 1 ml sebanyak 3 ekor, dan kombinasi sebanyak 9 ekor. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, terdapat perbedaan signifikan antarperlakuan (p = 0,000), dengan atraktan telur ayam yang mengalami pembusukan alami sebagai metode paling efektif.</span></p>2026-03-18T04:48:32+00:00Copyright (c) 2026 afifathur, Susilawati, Yuliahttps://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEHAST/article/view/477EFEKTIVITAS PENGOLAHAN BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND) PADA LIMBAH CAIR DENGAN METODE RBC (ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR) DI KLINIK PRATAMA POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK2026-03-26T06:38:14+00:00Rindu Puza Annisa Zaskiarindupuza30@gmail.comAsmadiasmadi.griyahusada@gmail.comHajimirubbyfamily73@gmail.com<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><span style="font-weight: 400;">Klinik Pratama merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang dalam aktivitas operasionalnya menghasilkan limbah cair domestik. Limbah cair tersebut mengandung bahan organik dan berbagai zat pencemar lain yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa kadar </span><em><span style="font-weight: 400;">Biochemical Oxygen Demand</span></em><span style="font-weight: 400;"> (BOD) pada limbah cair Klinik Pratama Poltekkes Kemenkes Pontianak mencapai 125 mg/L. Nilai ini jauh melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68 Tahun 2016, yaitu 30 mg/L. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode </span><em><span style="font-weight: 400;">Rotating Biological Contactor</span></em><span style="font-weight: 400;"> (RBC) dalam menurunkan kadar BOD, melalui variasi waktu pengolahan. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen semu (</span><em><span style="font-weight: 400;">quasi experiment</span></em><span style="font-weight: 400;">) dengan empat variasi waktu pengolahan, yaitu 24, 48, 72, dan 96 jam. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata kadar BOD awal sebesar 513 mg/L. Setelah pengolahan, terjadi penurunan bertahap, yaitu menjadi 371 mg/L (27,73%) pada 24 jam, 245 mg/L (52,39%) pada 48 jam, 115 mg/L (77,75%) pada 72 jam, dan 49 mg/L (96,62%) pada 96 jam. Penurunan tertinggi diperoleh pada waktu 96 jam dengan efektivitas 90,62%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), menandakan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pengolahan. Dengan demikian, metode RBC terbukti efektif dalam menurunkan kadar BOD limbah cair Klinik Pratama, meskipun hasil akhir masih belum sepenuhnya memenuhi baku mutu yang berlaku.</span></p>2026-03-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rindu Puza Annisa, Asmadi, Hajimihttps://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEHAST/article/view/478GAMBARAN INDIKATOR ENTOMOLOGI JENTIK NYAMUK DAN PENILAIAN KONDISI LINGKUNGAN DI PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK TAHUN 20252026-03-26T06:38:14+00:00SaturninaSaturninaninid3sanitasi@gmail.comHajimirubbyfamily73@gmail.comFara Chitrachitrafara@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Pelabuhan Dwikora Pontianak merupakan pelabuhan utama di Kalimantan Barat yang berfungsi sebagai pusat transportasi penumpang dan peti kemas di Sungai Kapuas. Pelabuhan ini termasuk yang tersibuk dalam bongkar muat barang dan berpotensi menjadi hotspot penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Surveilans oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Pontianak menunjukkan peningkatan indikator entomologi nyamuk di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan indikator entomologi jentik nyamuk dan kondisi lingkungan di Pelabuhan Dwikora pada tahun 2025 menggunakan metode deskriptif survei dengan 23 sampel bangunan. Hasil penelitian menunjukkan Angka Bebas Jentik (ABJ) 78,26%, </span><em><span style="font-weight: 400;">House Index </span></em><span style="font-weight: 400;">(HI) 21,73%, </span><em><span style="font-weight: 400;">Container Index </span></em><span style="font-weight: 400;">(CI) 12,76%, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Breteau Index </span></em><span style="font-weight: 400;">(BI) 1,38. Skor kondisi lingkungan 33 dari 40 menunjukkan risiko rendah dengan kebersihan dan pengelolaan yang baik. Perbedaan antara nilai indikator entomologi dan kondisi lingkungan menunjukkan bahwa meskipun kebersihan lingkungan eksternal terjaga dengan baik, rendahnya pengelolaan dan pengawasan kontainer di dalam bangunan menyebabkan tempat tersebut menjadi sumber potensi perkembangan jentik nyamuk yang sulit terdeteksi melalui penilaian kondisi lingkungan luar. Oleh karena itu, pengendalian vektor perlu difokuskan tidak hanya pada kebersihan lingkungan luar, tetapi juga pada pengelolaan tempat penampungan air di dalam bangunan.</span></p>2026-03-18T05:17:06+00:00Copyright (c) 2026 Saturnina, Hajimi, Fara Chitrahttps://jtk.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JEHAST/article/view/479UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) TERHADAP KEMATIAN JENTIK NYAMUK Aedes aegypti2026-03-26T06:38:15+00:00Rosmaya Eka Watirewm99@gmail.comMoh. Adibadibpoltekesptk@gmail.comPaulinacavalera.alin@gmail.com<p><span style="font-weight: 400;">Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus </span><em><span style="font-weight: 400;">Dengue </span></em><span style="font-weight: 400;">yang ditularkan oleh gigitan nyamuk </span><em><span style="font-weight: 400;">Aedes aegypti dan Aedes albopictus</span></em><span style="font-weight: 400;">. Pengendalian nyamuk </span><em><span style="font-weight: 400;">Aedes aegypti</span></em><span style="font-weight: 400;"> biasanya menggunakan beberapa metode yaitu pengendalian lingkungan, pengendalian biologi, pengendalian mekanik, pengendalian fisik dan pengendalian kimia. Adapun upaya pengendalian jentik nyamuk </span><em><span style="font-weight: 400;">Aedes aegypti</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengendalian kimia dengan menggunakan insektisida nabati yang lebih ramah lingkungan berupa tanaman serai dapur </span><em><span style="font-weight: 400;">(Cymbopogon citratus)</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang mengandung senyawa aktif seperti </span><em><span style="font-weight: 400;">Flavonoid, Saponin, dan Tanin </span></em><span style="font-weight: 400;">yang bersifat racun terhadap kematian jentik </span><em><span style="font-weight: 400;">Aedes aegypti.</span></em><span style="font-weight: 400;"> Metode penelitian yang digunakan, yaitu eksperimental </span><em><span style="font-weight: 400;">(quasi eksperimen)</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan desain </span><em><span style="font-weight: 400;">Nonequivalent Posttest Only With Control Group Design</span></em><span style="font-weight: 400;">. Pada desain tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang diuji dengan ekstrak serai dapur </span><em><span style="font-weight: 400;">(Cymbopogon citratus)</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan kelompok kontrol tanpa perlakuan, serta dilakukan lama kontak selama 24 jam. Hasil penelitian mengunakan uji </span><em><span style="font-weight: 400;">Kruskal Wallis</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang diketahui bahwa nilai p = 0,668 sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar konsentrasi ekstrak yang digunakan terhadap jumlah kematian jentik. Konsentrasi yang paling efektif terdapat pada konsentrasi 0,2% dengan persentase kematian 95%. Kesimpulannya adalah ekstrak serai dapur </span><em><span style="font-weight: 400;">(Cymbopogon citratus)</span></em><span style="font-weight: 400;"> efektif sebagai kematian jentik </span><em><span style="font-weight: 400;">Aedes aegypti.</span></em></p>2026-03-18T05:59:02+00:00Copyright (c) 2026 Rosmaya Eka Wati, Moh. Adib, Paulina